UOB Asset Management Paparkan Tiga Skenario Pasar di Tengah Meningkatnya Risiko Geopolitik

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 8 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SINGAPURA, 8 April 2026 /PRNewswire/ — UOB Asset Management (UOBAM) meluncurkan 2Q 2026 Quarterly Investment Strategy yang menyoroti kondisi pasar investasi global yang semakin tidak menentu. Meski pertumbuhan ekonomi global dan inovasi struktural masih cukup solid, tekanan dari risiko geopolitik kini semakin membayangi prospek pasar.

Menurut laporan tersebut, ekspektasi pertumbuhan global dan kinerja korporasi tetap relatif positif di berbagai kawasan utama, didorong oleh investasi berkelanjutan dalam bidang kecerdasan buatan (AI), energi, dan infrastruktur. Namun, perkembangan geopolitik terkini—khususnya di kawasan Timur Tengah—telah membuat kondisi semakin tidak menentu, termasuk potensi gangguan di pasar energi, tekanan inflasi baru, serta volatilitas pasar yang lebih tajam.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

UOBAM menilai konflik Iran kini tidak lagi bersifat satu arah dan memaparkan tiga potensi skenario dalam beberapa bulan ke depan.

Dalam skenario dengan probabilitas 40%, ketegangan geopolitik mereda sehingga harga energi stabil, tekanan inflasi menurun, dan aset berisiko kembali menguat. Skenario lain dengan probabilitas yang sama (40%) memperkirakan gangguan berkepanjangan yang memicu volatilitas tinggi dan risiko penurunan ekonomi dan pasar.

Sementara itu, dalam skenario dengan probabilitas lebih rendah (20%) namun berdampak lebih besar, konflik berpotensi meningkat sehingga risiko resesi global ikut melonjak.

Anthony Raza, Head, Multi-Asset Strategy, UOBAM, mengatakan, "Meski sulit diprediksi, pasar cenderung akan lebih fokus pada dampak geopolitik terhadap stabilitas ekonomi, inflasi, dan premi risiko dibandingkan dinamika politik itu sendiri. Kondisi tersebut mendorong investor untuk mengevaluasi ulang keandalan kebijakan global dan situasi keamanan sehingga pada akhirnya meningkatkan kemungkinan premi risiko yang lebih tinggi secara struktural, serta memperkuat pendekatan portofolio investasi yang lebih hati-hati, tangguh, dan terdiversifikasi."

Sejalan dengan kondisi tersebut, UOBAM mengambil posisi netral terhadap aset saham, relatif terhadap indeks acuan dengan tetap menekankan pentingnya diversifikasi dan selektivitas. Di sisi lain, portofolio investasi tetap terdiversifikasi pada instrumen pendapatan tetap, dengan posisi overweight untuk emas dan underweight pada kas.

Untuk analisis lebih lengkap terkait instrumen saham, obligasi, mata uang, dan komoditas, Q2 2026 Investment Strategy tersedia melalui: https://uobam.com.sg/qis2q26

Tentang UOB Asset Management 

UOB Asset Management Ltd (UOBAM) adalah anak usaha United Overseas Bank Limited. Berdiri pada 1986, UOBAM telah berpengalaman sekitar 40 tahun mengelola skema investasi kolektif dan discretionary fund di Singapura. UOBAM merupakan pengelola unit trust terbesar berdasarkan dana kelolaan di Singapura. Pada 28 Februari 2026, UOBAM mengelola 61 unit trust di Singapura. Bersama anak-anak usahanya, UOBAM mengelola aset klien senilai S$43,4 miliar.

Berkantor pusat di Singapura, UOBAM memiliki jangkauan yang kuat di Asia melalui kantor-kantor perwakilan di Brunei, Indonesia, Jepang, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Jaringan UOBAM mencakup UOB Islamic Asset Management Sdn Bhd di Malaysia, sebuah usaha patungan yang didirikan bersama Ping An Fund Management Company Limited, serta aliansi strategis bersama sejumlah mitra, seperti Wellington Management Singapore.

UOBAM merupakan salah satu manajer investasi yang paling banyak meraih penghargaan, lebih dari 380 penghargaan. Pada 2025, UOBAM sukses meraih gelar " Best Regional Asset Management Company" dari Asia Asset Management, serta "Best Asset Management House in Asia – 20 Years" pada 2023. Inovasi digital UOBAM juga telah memperoleh banyak pengakuan, termasuk "Best Digital Wealth Management in Asia"[1] dan "Best Robo Advisory Initiative"[2] selama empat tahun berturut-turut pada 2024.

Sebagai pemimpin layanan investasi berkelanjutan, UOBAM berhasil meraih gelar "Best application of ESG in ASEAN"[3] (2023), serta memenangkan berbagai penghargaan dalam bidang keberlanjutan di Indonesia dan Thailand. Lebih lagi, keahlian UOBAM dalam bidang kecerdasan buatan telah dinobatkan sebagai "Most Innovative Application of Artificial Intelligence (ASEAN)" selama tiga tahun berturut-turut[4].

Media Sosial UOBAM: LinkedIn | Facebook

[1] Diberikan oleh Asia Asset Management

[2] Penghargaan "Global Retail Banking Innovations Award" diberikan oleh The Digital Banker

[3] Diberikan oleh Asia Asset Management

[4] Hingga 2026, diberikan oleh Asia Asset Management

 

Berita Terkait

Japfa Food Indonesia Mentransformasi Perencanaan Rantai Pasokan Dengan RELEX
Komputer Misi Terbaru U-C860X Aitech yang Sesuai Standar SOSA Menghadirkan Pemrosesan Edge Berkinerja Tinggi dan AI/ML yang Dipercepat dengan Prosesor Intel Core Ultra Generasi ke-14
TXOne Networks Memperkuat Eksekusi Keamanan TO Melalui Model Skalabel Berbasiskan Kemitraan di Asia Pasifik
SMU Jadi Perguruan Tinggi dengan Kenaikan Peringkat Terbesar di Dunia dalam Daftar “QS Subject Rankings”
Supira Medical Mengumumkan Izin FDA Atas SUPPORT II Pivotal Trial Untuk Kemajuan Syok Kardiogenik, Dan Penunjukan D. Keith Grossman Sebagai Anggota Dewan Direksi
CBME China 2026 — Tampilkan Tren Terbaru untuk Produk Kebutuhan Bayi dan Anak
Perkenalkan CAS Newton: AI Agen yang diciptakan bagi ilmu pengetahuan
Cathay FHC Mempercepat Penerapan AI di Seluruh Jenjang Operasional Bersama OpenAI

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 10:04 WIB

Japfa Food Indonesia Mentransformasi Perencanaan Rantai Pasokan Dengan RELEX

Kamis, 9 April 2026 - 10:00 WIB

Komputer Misi Terbaru U-C860X Aitech yang Sesuai Standar SOSA Menghadirkan Pemrosesan Edge Berkinerja Tinggi dan AI/ML yang Dipercepat dengan Prosesor Intel Core Ultra Generasi ke-14

Kamis, 9 April 2026 - 09:37 WIB

TXOne Networks Memperkuat Eksekusi Keamanan TO Melalui Model Skalabel Berbasiskan Kemitraan di Asia Pasifik

Kamis, 9 April 2026 - 04:38 WIB

SMU Jadi Perguruan Tinggi dengan Kenaikan Peringkat Terbesar di Dunia dalam Daftar “QS Subject Rankings”

Kamis, 9 April 2026 - 02:33 WIB

Supira Medical Mengumumkan Izin FDA Atas SUPPORT II Pivotal Trial Untuk Kemajuan Syok Kardiogenik, Dan Penunjukan D. Keith Grossman Sebagai Anggota Dewan Direksi

Berita Terbaru