Sebanyak 7 Warga Meninggal Pascabanjir Kabupaten Kudus, 6 Orang Akibat Tenggelam dan Seorang Kesetrum

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 19 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Gabungan sedang mengevakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus.  (Dok. BPBD Kabupaten Kudus)

Tim Gabungan sedang mengevakuasi warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus. (Dok. BPBD Kabupaten Kudus)

JATENGRAYA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus melaporkan tujuh warga meninggal dunia.

Sebagai imbas dari bencana banjir yang terjadi Kabupaten Kudus, Jawa Tengah sejak Kamis (14/3/2024) yang lalu.

Total ada tujuh orang warga Kabupaten Kudus yang meninggal dunia akibat banjir yang terjadi kali ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu diungkap Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kudus, Munaji pada Senin (18/3/2024) petang.

“Tenggelam enam dan keseterum saat banjir satu,” kata Munaji saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Adapun rinciannya: satu orang tenggelam dan terperosok di Persawahan Temulus, tiga orang tenggelam di Persawahan Kirig.

Baca artikel lainnya di sini : Dewan Aglomerasi akan Ditunjuk oleh Presiden untuk Permudah Pemerintah Atasi Masalah Perkotaan

Satu orang tenggelam di dekat tanggul Sungai dan satu orang terseterum listrik saat berada di sekitar tiang listrik yang tergenang banjir.

“Satu orang tenggelam di Persawahan Dukuh Goleng pada hari ini pukul 16.00, sehingga 7 orang meninggal akibat banjir,” lanjut Munaji.

Lihat juga konten video, di sini : Prabowo Unggul di Pilpres 2024, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez Ucapkan Selamat via Surat Resmi

Merujuk laporan yang dikeluarkan pada Senin (18/3/2024) sore, banjir masih menggenangi lima kecamatan di Kabupaten Kudus.

Antara lain Kecamatan Mejobo, Jati, Undaan, Jekulo dan Kaliwungu.

Peristiwa ini berdampak pada 13.586 KK / 39.272 jiwa dan 1.287 KK / 4.188 jiwa.

Di antaranya mengungsi ke tempat pengungsian dan ke rumah kerabat yang lebih aman.

Selain itu 6.523 unit rumah warga dan 2.295 hektar sawah turut terendam banjir.

BPBD Kabupaten Kudus beserta tim gabungan hingga hari ini masih melakuan evakuasi dan monitoring di lokasi terdampak.

Termasuk menyalurkan kebutuhan logistik bagi warga, pendampingan psikososial dan penanganan medis bagi warga yang membutuhkan.

Adapun tempat pengungsian tersebar di 25 titik, antara lain Balai Desa Gulang, Balai Desa Payaman, Balai Desa Jati Wetan, Balai Desa Kedungdowo.

TPQ Khuriyatul Fikri Paslor, GKMI Tanjungkarang, Gedung DPRD, Gedung JHK Kudus, dan Pasar Saerah.

Guna mendukung percepatan penanganan darurat bencana banjir di wilayah Kabupaten Kudus, pada hari ini (18/3/2024) Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memberikan bantuan.

Bantuan secara simbolis diberikan saat memimpin rapat koordinasi penanganan banjir di Kora Semarang dan diterima langsung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus.

Dalam hal ini bantuan dana siap pakai sejumlah 250 juta rupiah dan dukungan logistik peralatan berupa sembako 500 paket.

Makanan siap saji 500 paket, biskuit protein 500 pouch, hygiene kit 500 paket, sabun cair 1.008 botol, pompa alkon 10 unit.

Lampu solar panel dua unit, tenda keluarga 100 unit, tenda pengungsi dua unit, selimut 500 lembar, matras 500 lembar, velbed 100 unit.

Perahu karet + mesin satu unit, gergaji mesin dua unit, kasur lipat 100 unit, pampers 100 paket dan mobil dapur umum satu unit.

Setelah rapat koordinasi tersebut, BNPB diwakili Deputi Bidang Penanganan Darurat Mayjen TNI Fajar Setyawan, S.I.P langsung bertolak dari Kota Semarang.

Menuju Desa Jati Wetan Kabupaten Kudus guna meninjau posko pengungsian dan pelayanan dapur umum bagi warga terdampak.

Kehadirannya sebagai upaya dari pemerintah pusat yang selalu hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana.

Tak lupa Fajar memberikan motivasi bagi para pengungsi agar tetap bersabar dan berharap warga tetap semangat.

Selain itu dirinya mengapresiasi para petugas yang bekerja di dapur umum yang terdiri dari tim gabungan.

Antara lain perwakilan pemerintah daerah, TNI/Polri, relawan dan juga masyarakat yang bahu membahu menyediakan kebutuhan warga terdampak.***

Artikel di atas juga sudah dìterbitkan di portal berita nasional dari Jawa Tengah Apakabargrobogan.com

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Apakabarnews.com dan Ekonominews.com

Untuk kebutuhan publikasi press release di portal berita ini, atau serentak di puluhan media online lainnya, dapat menghubungi (WhatsApp) Jasasiaranpers.com:
08531 555 778808781 555 778808191 555 77880811 115 7788.

Berita Terkait

IJTI Muria Raya Kutuk Kekerasan Jurnalis di DPRD Pati
Kerusuhan Unjuk Rasa Pati: Pemerintah Tegaskan Tak Ada Korban Jiwa
Warga Pati Turun ke Jalan: Pajak PBB-P2 Menjadi Pemicu Utama Konflik
Pendaki Muda Tewas Jatuh di Gunung Natas Angin, Ini Kronologinya
Forum WKS Humas SMK se-DIY Resmi Dibentuk, Dorong Sinergi dan Promosi Pendidikan Vokasi
2 Perjalanan KA di Wilayah Daop 4 Semarang Dibatalkan Akibat Rel Kebanjiran di Kabupaten Grobogan
Mangkir dari Panggilan Penyidik, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu Belum Ditahan KPK
Bisa Hemat Uang, Senyum Lebar Siswa SD di Boyolali, Jawa Tengah Nikmati Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Sabtu, 6 September 2025 - 05:26 WIB

IJTI Muria Raya Kutuk Kekerasan Jurnalis di DPRD Pati

Kamis, 14 Agustus 2025 - 09:44 WIB

Kerusuhan Unjuk Rasa Pati: Pemerintah Tegaskan Tak Ada Korban Jiwa

Kamis, 14 Agustus 2025 - 08:33 WIB

Warga Pati Turun ke Jalan: Pajak PBB-P2 Menjadi Pemicu Utama Konflik

Kamis, 26 Juni 2025 - 10:24 WIB

Pendaki Muda Tewas Jatuh di Gunung Natas Angin, Ini Kronologinya

Sabtu, 10 Mei 2025 - 00:01 WIB

Forum WKS Humas SMK se-DIY Resmi Dibentuk, Dorong Sinergi dan Promosi Pendidikan Vokasi

Berita Terbaru

logo

Pers Rilis

Memulai Kenangan Liburan Akhir Tahun di The Ritz-Carlton, Bali

Rabu, 26 Nov 2025 - 10:04 WIB