Jika Ada Penolakan dari IPS, Satgas Pangan Polri Sebut Stok Susu Segar KUD/ Peternak Rusak Puluhan Ton/Hari

Avatar photo

- Pewarta

Sabtu, 14 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Pangan Polri melakukan monitoring keamanan, mutu dan penyerapan susu segar di wilayah Jawa Timur.  (Instagram.com @bptuhpt_padangmengatas)

Satgas Pangan Polri melakukan monitoring keamanan, mutu dan penyerapan susu segar di wilayah Jawa Timur. (Instagram.com @bptuhpt_padangmengatas)

JATENGRAYA.COM – Satgas Pangan Polri melakukan monitoring keamanan, mutu dan penyerapan susu segar di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah seperti Boyolali, Blitar dan Pasuruan.

Hal ini merupakan respons dari ramainya aksi mandi susu dan membuang susu yang dilakukan oleh peternak sapi perah dan pengepul susu di Boyolali, Jawa Tengah.

Aksi protes tersebut dilatarbelakangi pembatasan kuota di industri pengolahan susu (IPS) yang dinilai berkurang.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip Haloagro.com, Satgas Pangan Polri bersama Kementerian Pertanian mengecek ke lokasi IPS.

IPS tersebut tidak menyerap secara maksimal susu segar dari peternak/KUD dengan alasan kualitas di bawah standar.

Anggota Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Piter Yanottama menyampaikan hal itu dalam keterangannya, Jumat (13/12/2024).

“Padahal peternak/KUD merasa sudah menjaga kualitas sesuai standar (SOP) yang ditentukan dari perusahaan, agar mutu kualitas susu tetap baik dan diserap oleh IPS,” jelas

“Tapi sering ditolak saat mengirimkan susu atau dikurangi kuota kirimnya,” sambungnya.

Piter menjelaskan, temuan sejumlah perusahaan secara sepihak menolak penyerapan susu dengan alasan kualitas.

Hal ini membuat kerugian besar bagi para peternak, di mana stok susu yang sudah rutin terkumpul setiap hari puluhan ton akan rusak dalam waktu 1 sampai 2 hari.

“Adanya perbedaan metodologi cek laboratorium kualitas susu antara IPS dengan pihak KUD atau peternak.”

“Sehingga data atau angka hasil cek laboratorium masing-masing berbeda, dan oleh IPS dianggap tidak sesuai standar kualitas susu yang mereka tetapkan,” terangnya.

Dia kemudian mengingatkan perusahaan atau industri pengolahan susu tetap komitmen untuk menyerap susu dari peternak/KUD yang telah lolos uji lab sesuai kuota dalam nota kerja sama antara mereka.

“Jangan secara sepihak atau di tengah jalan, tiba-tiba pihak IPS menolak pengiriman susu atau mengurangi kuota sesuai MOU kerja sama dengan KUD,” tuturnya.

“Pihak peternak/KUD harus terus dan wajib menerapkan SOP untuk menjaga kualitas dan mutu susu, sehingga lolos uji laboratorium sesuai standar IPS,” imbuhnya.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Bisnisidn.com dan Ekbisindonesia.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Helloidn.com dan Indonesiaoke.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com (Pusat Siaran Pers Indonesia /PSPI): 08531555778808781555778808111157788.

Klik Persrilis.com untuk menerbitkan press release di portal berita ini, atau pun secara serentak di puluhan, ratusan, bahkan 1.000+ jaringan media online.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

 

Berita Terkait

The Core & Calm Allocation: Menjadikan Obligasi Pemerintah sebagai Penyeimbang Portofolio
Siang Terik & Kesegaran Minus Es yang Sempurna
Menikmati Wisata Bandung dengan Sewa Mobil SUV
Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik
Produksi Jagung Nasional Melonjak 12,9 Persen, Mentan Tegaskan Tak Perlu Impor
Koperasi Merah Putih Siap Diresmikan, Sudaryono Pastikan Semua Siap
Momentum Investasi Terbaik Ada di Tengah Koreksi CSA Index Juli
Investor Asing Kembali Masuk, CSA Index Juni 2025 Perlihatkan Efek Positif

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 17:13 WIB

The Core & Calm Allocation: Menjadikan Obligasi Pemerintah sebagai Penyeimbang Portofolio

Senin, 3 November 2025 - 12:46 WIB

Siang Terik & Kesegaran Minus Es yang Sempurna

Jumat, 12 September 2025 - 06:53 WIB

Menikmati Wisata Bandung dengan Sewa Mobil SUV

Kamis, 21 Agustus 2025 - 07:11 WIB

Galeri Foto Pers Efektif Tingkatkan Kredibilitas Dan Kepercayaan Publik

Sabtu, 19 Juli 2025 - 07:39 WIB

Produksi Jagung Nasional Melonjak 12,9 Persen, Mentan Tegaskan Tak Perlu Impor

Berita Terbaru